Lampung dengan Pesona Pasir Putihnya

Pulau Tangkil

Lampung merupakan kota di Sumatera Selatan yang memiliki banyak pantai yang berpasir putih dan tidak salah saya memilihnya menjadi salah satu tujuan perjalanan saya. Perjalanan ke Lampung bertepatan dengan hari ulang tahun saya dan saya jadikan kado buat diri saya sendiri.

Perjalanan ditempuh dengan jalur darat menggunakan Bus Damri dari Gambir dengan harga tiket Rp. 115.000,- . Dari Gambir bus berangkat sekitar jam 11 malam dan mulai merapat di pelabuhan Merak sekitar jam 1 pagi. Perjalanan dilanjutkan dengan jalur laut yang memakan waktu sekitar 2 jam untuk merapat di Pelabuhan Bakauheni yang dilanjutkan dengan melintasi jalur Sumatera menuju kota Bandar Lampung yang memakan waktu sekitar 3-4 jam perjalanan. Bus Damri ini pemberhentian terakhirnya berada di Stasiun Tanjung Karang dan kami memutuskan untuk berhenti disana sebelum akhirnya dijemput oleh mobil yang telah kami sewa.

Kebetulan teman saya memiliki saudara disana yang bersedia memberi tumpangan untuk tidur. Setelah istirahat dan mandi kami semua melanjutkan perjalan menuju Pantai Mutun. Pantai Mutun terletak di daerah Padang Cermin sekitar 25 km arah barat daya dari kota Bandar Lampung. Jalur menuju pantai tersebut sangat mulus tapi ketika akan memasuki wilayah pantai jalan menjadi jalur offroad yang berbatu.

Pantai Mutun berpasir putih dan sangat indah dengan kondisi pantai yang tidak berombak karena letak geografisnya yang dikelilingi oleh pulau-pulau kecil yang berada disekitarnya. Sesampainya disana kami semua langsung berganti baju dan menyewa perahu untuk menyebrang ke sebuah pulau kecil yang bernama Pulau Tangkil.

Dengan menyewa sebuah perahu kami semua menyebrang ke Pulau Tangkil yang memang tak berpenghuni. Pulau Tangkil lebih indah dari Pantai Mutun itu sendiri karena disini kita bisa berjemur dan bermain air sesuka hati karena airnya jernih sekali. Pulau Tangkil bisa dijelajahi dengan berjalan kaki hanya memakan waktu kurang lebih 1 jam.

Tidak terasa waktu sudah siang dan kami semua sudah kelaparan akhirnya kami balik ke Pantai Mutun untuk makan siang dengan bekal nasi padang yang sebelumnya kami beli saat perjalanan menuju pantai tersebut.

Setelah perut sudah terisi kami kembali bermain-main di pantai ini dan menyewa sebuah kano sekedar putar-putar pantai selama satu jam dan ternyata pegal juga tanya saya mengayuh dayung. Hari itu pantai sangat sepi hanya ada kami dan satu keluarga saja yang sedang berkunjung karena kebetulan kami mengunjunginya tidak pas hari libur jadi bebas bermain sepuasnya tanpa gangguan pengunjung lainnya.

Berada di pantai kadang membuat lupa waktu begitu juga kami, akhirnya tak terasa waktu sudah mulai sore akhirnya kami memutuskan untuk meninggalkan pantai tersebut dan balik ke penginapan kami. Sebelum balik kami pergi untuk makan Bakso Sony yang katanya terkenal selampung itu, bakso ini banyak sekali cabangnya tapi setelah saya rasakan ternyata rasanya biasa aja nothing special tuh.

Malam harinya setelah kami puas istirahat kami melanjutkan untuk menikmati Lampung pada malam hari dan ternyata Lampung seperti kota mati saat malam menjelang tidak ada sesuatu yang berarti. Kami hanya menikmati makan malam di Jl. Katamso karena disini ada pusat jajanan yang hanya buka malam hari sama seperti di Solo ada Galabo atau Sabang kalau di Jakarta tapi sayangnya tidak terlalu banyak jajanan yang bisa jadi alternatif.

Karena malam masih terlalu muda dan masih terlalu sayang untuk dilewatkan begitu saja akhirnya kami memutuskan untuk menuju Bukit Randu untuk menikmati malam dari sebuah hotel yang memiliki posisi di atas bukit tapi kami tidak check in cuma duduk-duduk di parkiran sambil menikmati lampu-lampu kota Lampung di malam hari dan ternyata sangat indah.

Pagi harinya kami mengunjungi Pantai Pasir Putih yang sesuai namanya pantainya juga sangat putih sekali tapi kami tidak bermain di pantai ini karena tujuan utama kami adalah Pulau Condong dan kami memilih berangkat pagi-pagi sekali biar tidak begitu ramai oleh pengunjung pantai yang lain karena kebetulan hari itu adalah hari minggu.

Dengan menyewa perahu akhirnya kami tiba juga di Pulau Condong yang berpasir putih dengan air berwarna biru bercampur hijau bening sekali seperti agar-agar wah sangat indah sekali dan benar-benar jernih. Sesampainya disana kami disambut oleh puluhan monyet ekor panjang yang siap menyerang kami karena mungkin mereka merasa terganggu akhirnya kami cuma bisa menjauh dari pantai dan berjalanan menyusur pulau untuk menjauh dan saat siang monyet-monyet tersebut hilang dengan sendirinya.

Pulau Condong sebenarnya memiliki potensi bawah laut yang sangat indah karena kami sempat snorkeling dengan alat seadanya yaitu sebuah "kotak kayu yang diberi kaca" yang disewakan oleh pemilik perahu dan ini yang membuat kami semua tertawa sepanjang perjalanan karena kami juga lupa membawa google yang tertinggal di kamar. Tapi sayang sekali karang yang ada Pulau Condong sangat tidak terawat karena banyak yang sudah mati seharusnya ini menjadi pertimbangan pihak pemerintah daerah untuk lebih serius menggarap pulau condong.

Saya memang tidak lama berada di Lampung karena siang hari kami semua pergi meninggalkan lampung dengan keindahan pasir putihnya yang benar-benar mempesona. Berangkat dari terminal Raja Basa dan berniat untuk naik kapal cepat ternyata kami terlambat akhirnya harus naik ferry dengan harga tiket yang jauh lebih murah tapi sampainya jauh lebih lama dan kami harus beradu otot di terminal pelabuhan merak ketika harus naik bus menuju lebak bulus sebelumnya akhirnya dijemput oleh orang tua teman saya. Saya akan balik lagi ke Lampung untuk melihat lumba-lumba dan bermain bersama lumba-lumba karena ternyata Lampung memiliki sebuah Pantai seperti Lovina di Bali.

Catatan:
  1. Bila anda menggunakan Bus Damri sebaiknya sesampainya di Lampung langsung membeli tiket untuk pulang biar tidak repot di terminal raja basa yang tekenal akan kriminalitasnya.
  2. Kapal cepat terakhir berangkat dari Pelabuhan Bakauheni hanya sampai jam 5 sore.
  3. Lebih baik mengunjungi pantai-pantai tersebut pada saat hari kerja (senin-sabtu) karena kalau tidak anda akan berbagi kesenangan dengan penduduk lain.
  4. Jangan pernah berada di terminal Pelabuhan Merak sangat tidak nyaman banyak calo yang memaksa untuk ikut dengan bus mereka.
  5. enjoy your trip!!
  6.  

 

Location:

Pulau Tangkil & Pulau Condong
Lampung, Sumatera Selatan
Indonesia


Pantai Mutun
0
tukangjalan's picture
Tags:

Comments

lampu h...:

lampu hijau's picture

hmmm... iya lampung punya pantai lumba2, disebut juga teluk lumba-lumba... namanya teluk kiluan... (katanya sih di peta ga ada, blm dicek juga sih :P) dulu tahun 1980-an lumba-lumba ini banyak dijumpai di teluk kiluan, hanya sayang sekarang udah ga sebanyak dulu lumba2nya, kalau mau lihat harus ketengah laut :(

 


tukangj...:

tukangjalan's picture

lampu hijau wrote:

hmmm... iya lampung punya pantai lumba2, disebut juga teluk lumba-lumba... namanya teluk kiluan... (katanya sih di peta ga ada, blm dicek juga sih :P) dulu tahun 1980-an lumba-lumba ini banyak dijumpai di teluk kiluan, hanya sayang sekarang udah ga sebanyak dulu lumba2nya, kalau mau lihat harus ketengah laut :(

 

iya udah sempet nyari2 informasi tentang teluk kiluan itu,,,, mungkin karena penduduknya jg kali ya yg ga sadar akan lingkungan jadinya lumba2 sudah tak sebanyak dulu


Keket:

Keket's picture

ga nyangka lampung punya pantai yg bagus seperti di foto dan critanya


tukangj...:

tukangjalan's picture

Keket wrote:

ga nyangka lampung punya pantai yg bagus seperti di foto dan critanya

indonesia emang rajanya pantai indah


joyful:

joyful's picture

Pasti si tukang jalan2... sebelom liat isinya, gw udah tau duluan :p

 


tukangj...:

tukangjalan's picture

joyful wrote:

Pasti si tukang jalan2... sebelom liat isinya, gw udah tau duluan :p

 

wuih hebat ada cenayang di voltras,,,,


szakura...:

szakura9irl's picture
kayana emg pulau sumatra tu rajana pantai y? pulau sikuai slh 1na

tukangj...:

tukangjalan's picture

szakura9irl wrote:
kayana emg pulau sumatra tu rajana pantai y? pulau sikuai slh 1na

 

pulau sikuai memang bagus,,,akhir januari kemaren saya sempet kesana tapi ada satu pulau lagi yang juga sama bagusnya di sumatera barat yaitu Pulau Pagang, pulau yang tak berhuni dengan pasir putih dan airnya yang jernih hijau kebiruan,,,,,,,,,,,wah bagus banget deh