Klayar: Ratunya Pantai Selatan Pacitan
Apa sih yang terkenal dari kota Pacitan selain goa? pastinya pantai. Minggu lalu saya sempatkan untuk menyusuri pantai-pantai yang ada di kota Pacitan.
Awalnya saya ingin menyewa sebuah ojek untuk saya berkeliling menyusuri pantai karena saya melakukan perjalanan sendirian tapi teman merekomendasikan untuk naik mobil saja karena jalur yang dilalui lumayan jauh dengan jalan yang tidak begitu bagus.
Dengan sebuah mobil pick up (yah saya menyewa sebuah mobil pick up) akhirnya saya berkeliling menyusuri pantai-pantai di Pacitan. Tujuan utama adalah Pantai Klayar dan karena pantai ini searah dengan Pantai Srau dan Watu Karung jadi sangat sayang untuk dilewatkan.
Dengan sebuah mobil pick up (yah saya menyewa sebuah mobil pick up) akhirnya saya berkeliling menyusuri pantai-pantai di Pacitan. Tujuan utama adalah Pantai Klayar dan karena pantai ini searah dengan Pantai Srau dan Watu Karung jadi sangat sayang untuk dilewatkan.
Pantai Srau::
Pantai Srau berada di Desa Srau Kec.Pringkuku Kab.Pacitan. Perjalanan ke pantai ini ditempuh sekitar satu jam melalui sebuah jalan yang berliku masuk ke hutan jati dan rumah pedesaan dimana air sangat berharga disini karena saya melihat banyak warga yang antri air.
Tidak ada sarana transportasi menuju tempat ini. Setelah hampir satu jam perjalanan akhirnya saya sampai juga ke sebuah pantai yang dikelilingi oleh bukit karang yang hijau dengan pasirnya yang putih sekali. Tapi sayangnya pantai ini seperti tempat pembuangan sampah soalnya banyak sekali sisa sampah yang terbawa arus laut berhenti dipantai ini. Sayang sekali pemerintah lokal kurang memperhatikan ini padahal masuk ke pantai ini dipungut retribusi sebesar Rp. 2000/org dan Rp.2000 untuk kendaraan beroda empat.




Saya tidak terlalu lama dipantai ini puas mengambil gambar dari atas bukit lalu saya melanjutkan perjalanan ke pantai berikutnya.
Pantai Watu Karung::
Setelah dari Pantai Srau perjalanan dilanjutkan menuju Pantai Watu Karung dan untuk menuju pantai ini kita harus berbalik arah. Perjalanan juga hampir sama dengan perjalanan menuju Pantai Srau berlika liku dengan jalan sempit namun lumayan mulus.
Awalnya saya tidak mengira kalau pantai ini ternyata pantai nelayan ketika sampai baru tau kalau ini pantai nelayan dan ternyata pantai ini ada daerah rawan tsunawi dengan peringatan yang terpampang jelas dan adanya alat pendeteksi tsunami.




Pas lihat pantainya saya rada kecewa karena pantainya berpasir cokelat tapi bersih lebih bersih ketimbang pantai srau tapi kekecewaan itu reda setelah saya menaiki bukit karang dan menembus ladang-ladang kecil dan menemukan beberapa pantai disekitaran watu karung yang berbeda banget dengan pasir putih wah sumpah keren banget.
Pantai di watu karung sangat cocok jika kita mau menyusuri pantai karena disetiap balik bukit karang ada pantai-pantai kecil yang indah sekali dengan pasir putihnya.
Pantai Klayar::
Perjalanan ke pantai ini ternyata lebih berat dari dua pantai sebelumnya karena saya dan sopir mencoba jalur baru yaitu terus mengikuti jalan dari pantai watu karung karena kalau berbalik arah lagi dan melewati jalan utama memakan waktu yang lebih lama jadi kami mengikuti jalur yang sudah ada yang sangat hancur tapi menyenangkan.
Jalur ini adalah jalur yang dipakai oleh para pembalak kayu jati dengan truk-truk pengangkut kayu dan kalau berpapasan sangat merepotkan. Beberapa kali saya bertanya kepada para penduduk dimanakah letak pantai klayar ini dan setelah hampir satu jam menempuh perjalanan yang sangat berat akhirnya saya sampai jumpa di pantai yang indah.
Pantainya beda sekali dengan dua pantai yang saya temukan. Hamparan pasir putih yang luas membentang, lembut sekali pasirnya. Saya pun langsung berlari ke arah timur dimana terdapat tebing-tebing kapur yang sangat cantik nan gagah seolah bukan berada di Indonesia. Hempasan ombak pantai selatan menghempas karang yang ada di tengah pantai. Puas dari tebing kapur ini saya menuju ke barat menaiki tebing nan hijau.




Dari tebing sebelah barat ini kita bisa melihat pemandangn pantai selatan yang indah sekali dan diujung barat ada sebuah karang yang mirip uluwatu di Bali dengan tebing memanjang menuju laut dan memiliki karang bolong.
Pantai klayar ini memang sangat indah dan benar-benar ratunya pantai selatan Pacitan.
catatan:
Menuju pacitan bisa melalui Jogja ataupun Solo tapi saya merekomendasikan ke Jogja karena jarak tempuh yang lebih cepat. Anda bisa naik Travel dari Jogja dengan harga Rp. 60.000/org dan satu hal lagi di Pacitan tidak ada transportasi yang memadai sebaiknya ada sewa mobil saja untuk berkeliling dikota ini.
Pantai Srau berada di Desa Srau Kec.Pringkuku Kab.Pacitan. Perjalanan ke pantai ini ditempuh sekitar satu jam melalui sebuah jalan yang berliku masuk ke hutan jati dan rumah pedesaan dimana air sangat berharga disini karena saya melihat banyak warga yang antri air.
Tidak ada sarana transportasi menuju tempat ini. Setelah hampir satu jam perjalanan akhirnya saya sampai juga ke sebuah pantai yang dikelilingi oleh bukit karang yang hijau dengan pasirnya yang putih sekali. Tapi sayangnya pantai ini seperti tempat pembuangan sampah soalnya banyak sekali sisa sampah yang terbawa arus laut berhenti dipantai ini. Sayang sekali pemerintah lokal kurang memperhatikan ini padahal masuk ke pantai ini dipungut retribusi sebesar Rp. 2000/org dan Rp.2000 untuk kendaraan beroda empat.




Saya tidak terlalu lama dipantai ini puas mengambil gambar dari atas bukit lalu saya melanjutkan perjalanan ke pantai berikutnya.
Pantai Watu Karung::
Setelah dari Pantai Srau perjalanan dilanjutkan menuju Pantai Watu Karung dan untuk menuju pantai ini kita harus berbalik arah. Perjalanan juga hampir sama dengan perjalanan menuju Pantai Srau berlika liku dengan jalan sempit namun lumayan mulus.
Awalnya saya tidak mengira kalau pantai ini ternyata pantai nelayan ketika sampai baru tau kalau ini pantai nelayan dan ternyata pantai ini ada daerah rawan tsunawi dengan peringatan yang terpampang jelas dan adanya alat pendeteksi tsunami.




Pas lihat pantainya saya rada kecewa karena pantainya berpasir cokelat tapi bersih lebih bersih ketimbang pantai srau tapi kekecewaan itu reda setelah saya menaiki bukit karang dan menembus ladang-ladang kecil dan menemukan beberapa pantai disekitaran watu karung yang berbeda banget dengan pasir putih wah sumpah keren banget.
Pantai di watu karung sangat cocok jika kita mau menyusuri pantai karena disetiap balik bukit karang ada pantai-pantai kecil yang indah sekali dengan pasir putihnya.
Pantai Klayar::
Perjalanan ke pantai ini ternyata lebih berat dari dua pantai sebelumnya karena saya dan sopir mencoba jalur baru yaitu terus mengikuti jalan dari pantai watu karung karena kalau berbalik arah lagi dan melewati jalan utama memakan waktu yang lebih lama jadi kami mengikuti jalur yang sudah ada yang sangat hancur tapi menyenangkan.
Jalur ini adalah jalur yang dipakai oleh para pembalak kayu jati dengan truk-truk pengangkut kayu dan kalau berpapasan sangat merepotkan. Beberapa kali saya bertanya kepada para penduduk dimanakah letak pantai klayar ini dan setelah hampir satu jam menempuh perjalanan yang sangat berat akhirnya saya sampai jumpa di pantai yang indah.
Pantainya beda sekali dengan dua pantai yang saya temukan. Hamparan pasir putih yang luas membentang, lembut sekali pasirnya. Saya pun langsung berlari ke arah timur dimana terdapat tebing-tebing kapur yang sangat cantik nan gagah seolah bukan berada di Indonesia. Hempasan ombak pantai selatan menghempas karang yang ada di tengah pantai. Puas dari tebing kapur ini saya menuju ke barat menaiki tebing nan hijau.




Dari tebing sebelah barat ini kita bisa melihat pemandangn pantai selatan yang indah sekali dan diujung barat ada sebuah karang yang mirip uluwatu di Bali dengan tebing memanjang menuju laut dan memiliki karang bolong.
Pantai klayar ini memang sangat indah dan benar-benar ratunya pantai selatan Pacitan.
catatan:
Menuju pacitan bisa melalui Jogja ataupun Solo tapi saya merekomendasikan ke Jogja karena jarak tempuh yang lebih cepat. Anda bisa naik Travel dari Jogja dengan harga Rp. 60.000/org dan satu hal lagi di Pacitan tidak ada transportasi yang memadai sebaiknya ada sewa mobil saja untuk berkeliling dikota ini.
Location:
Pantai Klayar, Pantai Srau, Pantai Watu KarungPacitan, Jawa TimurIndonesia
Pantai Klayar, Pantai Srau, Pantai Watu Karung
Pacitan, Jawa TimurIndonesia







Ucang:
betul betul tukang jalan bos yang satu ini... ternyata pacitan punya pantai bagus juga ya...
gambar yang terakhir seperti gambar di timur tengah, dengan pasir dan karangnya. Tops dah!
tukangj...:
betul betul tukang jalan bos yang satu ini... ternyata pacitan punya pantai bagus juga ya...
gambar yang terakhir seperti gambar di timur tengah, dengan pasir dan karangnya. Tops dah!
pantai klayar memang keren boss,,,gw aja mo klo balik lg kesana
Eccha:
gimana dibandingkan dengan sikuai? masih bagus sikuai kah?
tukangj...:
gimana dibandingkan dengan sikuai? masih bagus sikuai kah?
kalo sikuai itu kan ombaknya relatif tenang alias tak berombak klayar itu ombaknya dahsyat jadi ga bisa berenang,,, itu aja sih kekurangannya
tapi gw lbh suka pantai klayar ketimbang sikuai,,,,,,,,,,
Redshoes:
wow wow wow... ternyata oh ternyata... daerah tetangga gw punya pantai sebagus ini..
ck ck ck ck... gw ga gaul, atau emang ga ada promo sama sekali sih?? baingunk eike...
tukangj...:
wow wow wow... ternyata oh ternyata... daerah tetangga gw punya pantai sebagus ini..
ck ck ck ck... gw ga gaul, atau emang ga ada promo sama sekali sih?? baingunk eike...
Pacitan soalnya sudah identik dengan "KOTA 1001 GOA" jadi mereka lebih banyak promosikan goanya,,, seperti goa gong ya sudah di "make up" sedemikian rupa menjadi goa pariwisata dengan memberikan lampu warna-warni dan anak tangga didalamnya yang banyak diprotes para pecinta alam karena merusak goa itu sendiri,,,
kalau pantainya memang kurang terkelola,,,biarlah dia seperti itu,,, indah dengan sendirinya,,,asal dijaga terus kebersihannya
btw emangnya tinggal di kota mana?
joyful:
bro, elo reporter ya?
tukangj...:
bro, elo reporter ya?
klo iya kenapa klo engga kenapa??
hehehehehe gw cuma manusia biasa kok :)
Ican:
manusia biasa yg profesinya reporter
tukangj...:
manusia biasa yg profesinya reporter