taman nasional baluran - kawah ijen - taman nasional alas purwo (jawa timur)

jalan menuju taman nasional baluran

 Keluar masuk hutan, laut dan gunung.

Kami berada di Jawa Timur. Saya tiba di Surabaya sekitar pukul 12:00 malam, dan kami pun meluncur ke tempat tujuan pertama yaitu Taman Nasional Baluran.

Taman Nasional Baluran terletak di Banyuwangi – Jawa Timur, diresmikan pada tahun 1980. Kami tiba di Taman Nasional Baluran sekitar pukul 07:00 pagi. Jarak dari pintu masuk Taman Nasional Baluran menuju Bekol (*menara pengamatan satwa seperti ayam hutan, merak, rusa, kijang, banteng, kerbau liar, burung) sekitar 12 KM. Memasuki Banyuwangi pemandangan kami adalah hutan jati yang lebat serta pegunungan-pegunungan, dan dari gerbang pintu masuk Taman Nasional Baluran hingga Bekol pemandangan kami adalah pohon-pohon kering yang eksotis juga sesekali berkeliaran ayam hutan melintas dihadapan, burung-burung juga monyet-monyet sempat kami lihat. Taman Nasional itu dipenuhi oleh suara bintang dan yang dominan adalah suara burung. Jalan setapak dari gerbang menuju bekol dapat dilalui mobil.

Taman Nasional Baluran memiliki 3 pantai, yaitu Bama, Balanan, Bilik. Puas dengan Tower Bekol tanpa berhasil melihat Banteng (*tentu karena bukan waktunya melihat banteng, menurut petugas kita dapat melihat banteng-banteng itu keluar dimalam hari) kami menuju Pantai Bama yang berjarak 3 KM dari Bekol.

Ratusan monyet kami jumpai disini, mereka bermain-main ditepi pantai yang pada waktu itu surut karena musim kemarau. Saya juga sempat melihat rusa yang sedang bermain di pantai tersebut. Pantai dengan pasir ke-emasan namun sayang saat itu sedang surut. Kami beristirahat beberapa jam dipantai ini, sayang di Taman Nasional Baluran kami tidak dapat menemukan kantin, adapun kantin di pantai Bama tetapi tutup pada waktu itu.

Fasilitas penginapan di Taman Nasional Baluran dapat ditemukan di Bekol dan pantai Bama, sangat disarankan untuk konfirmasi dengan petugas Taman Nasional apabila berencana bermalam, untuk menyediakan logistic selama waktu bermalam.

Kantor : Jl. KH Agus Salim No. 132 Banyuwangi 68425, Jawa Timur
Telp. (0333) 424119; Fax. (0333) 412680
E-mail: tnbaluran@telkomnet dan
office@balurannationalpark.com
Web site: http://www.balurannationalpark.com

Karena tidak memungkinkan kami untuk menginap di Taman Nasional Baluran, kami melanjutkan perjalanan kami ke Kawah Ijen. Terdapat dua alternatif jalan untuk sampai ke kawah Ijen, yang pertama adalah dari Banyuwangi ke Licin - Jambu - Patulding. Sekitar 38 km dari Banyuwangi, tapi ini jalan yang buruk. Yang kedua adalah dari Bondowoso - Wonosari - Sempol - Patulding, sekitar 70 kilometer jalan dengan lebih baik. Disarankan untuk pergi dari Bondowoso. Pada waktu itu kami melalui jalur dari Banyuwangi (*ngga ngikutin saran, heheheh), dan beberapa kali mobil kami mengalami slip dan susah melalui jalan yang licin, berbatu serta terjal.

Disinilah kami menginap di kaki Kawah Ijen. Penginapan itu sangat sederhana, dengan perabotan sederhana. Listrik dinyalakan dari jam 6 sore hingga sekita pukul 11 malam, kami men-charge peralatan elektronik kami disebuah warung dilingkungan kami menginap. Kamar mandi disana sharing, mungkin terdapat sekitar 8 kamar mandi. Ada 1 penginapan yang cukup mewah terletak sekitar 60km dari Kawah Ijen, yaitu Ijen View Jl. KIS. Mangunsarkoro No. 888, Bondowoso 68216, East Java, Indonesia - Hunting < 0332 > 431000 - Fax. < 0332 > 431785. Suhu udara dingin di Kawah Ijen sekitar 10’ C, bahkan bisa mencapai suhu 2’ C.

Perjalanan dari tempat kami menginap hingga ke puncak Kawah Ijen sekitar 3km (*3km jalannya nanjak loh, ngga lurus .. namanya juga gunung (*sambil berkeluh-kesah)), berangkat pukul 6.30 pagi dan tiba di Kawah Ijen sekitar 08.00 pagi. Di ketinggian sekitar 2386 meter dari kedalaman laut. Tidak terlalu banyak dilihat sepanjang awal penanjakan hingga ke tempat penimbangan belerang. Hanya saja banyak kita lihat pemikul belerang turun-naik dengan mudahnya walau membawa beban puluhan kilo. Dikawah Ijen ini sebagian penduduknya menggeluti pekerjaan kasar yaitu sebagai buruh pengambil belerang. 1 orang dapat memikul sekiatar 75kg – 100kg, 1 kali pikul. Dalam 1 hari mereka memikul 2 kali turun-naik Kawah Ijen, dan diberi kesempatan 3 kali dalam 1 minggu untuk melakukan pekerjaan tersebut dengan upah sekitar Rp. 600 per kilo. Bisa dibayangkan dengan pekerjaan seberat itu dan penghasilan seminggu rata-rata yang dapat mereka hasilkan. Lepas dari tempat penimbangan belerang menuju kawah, pemandangannya sangat indah. Lembah-lembah dan 2 gunung (*saya lupa gunung apa saja) mengelilingi kawasan Kawah Ijen. Tepat di puncak Kawah Ijen, pemandangan yang menakjubkan kawah selebar 960 meter x 600 meter dengan kedalaman 200 meter. Kesibukan penambang belerang ini dapat dilihat di dasar kawah tersebut. Saya memilih untuk tetap berada dipuncak kawah menikmati pemandangan seputar. Sekitar 1 jam kami ditempat ini dan kembali ke kaki Kawah Ijen.

Setelah beristirahat sejenak, kami melanjutkan perjalanan ketempat berikutnya ; Pantai Grajagan.

Pantai Grajagan, terletak kecamatan Purwoharjo ini bisa di tempuh sekitar 10 Km dari pusat Purwoharjo – kabupaten Banyuwangi (*sekitar 55 km Tenggara dari kota Banyuwangi). Ombak di Pantai Grajagan layak untuk berselanjar dan body board. Dari Kawah Ijen yang dingin ketempat Pantai Grajagan ini tentu saja saya langsung ganti kostum dan segera bermain-main body board di Pantainya. Uuuh senangnya serasa ada di Seminyak – Bali. Pasir dipantai ini berwarna hitam, namun ombaknya memenuhi syarat untuk berselancar. Disinilah kami menginap pada malam ke-2. Terdapat 6 kamar dengan AC dan kamar mandi didalam, dengan harga permalam Rp. 125.000. Hidangan malam kami sederhana tetapi nikmat, 3 ekor ikan Kerapu Merah bakar ukuran sedang, dengan harga Rp. 60.000 + nasi + sambal dan lalap. Pantai Grajagan atau G-Land ini menyambung ke Pantai Plekung dimana tempat peselancar international berdatangan. Mei sampai Oktober adalah bulan terbaik untuk berselancar.

Keesokan paginya kami melanjutkan perjalanan ke Alas Purwo.

Taman Nasional Alas Purwo merupakan kawasan hutan yang terletak di semenanjung Blambangan berjarak sekitar 85 km dari kota Banyuwangi. Taman Nasional Alas Purwo juga terkenal dengan mistis-nya karena terdapat banyak goa-goa dan pura-pura tempat orang bertapa dan berdoa.

Beberapa lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi:

Sadengan. Terletak 12 km (30 menit) dari pintu masuk Pasaranyar, merupakan padang pengembalaan satwa seperti banteng, kijang, rusa, kancil, babi hutan dan burung-burung.

Trianggulasi. Terletak 13 km dari pintu masuk Pasaranyar berupa pantai pasir putih dengan formasi hutan pantai untuk kegiatan wisata bahari dan berkemah.

Pantai Ngagelan. Terletak 7 km dari Trianggulasi untuk melihat beberapa jenis penyu mendarat untuk bertelur di pantai dan aktivitas penangkaran penyu.

Plengkung. Melihat perselancar profesional tingkat dunia yang sedang melakukan atraksi dan wisata penelusuran hutan.

Bedul Segoro Anak. Bersampan, berenang, ski air di danau dan pengamatan burung migran dari Australia.

Goa. Terdapat 40 buah tempat yang dapat disebut sebagai goa alam dan buatan antara lain Goa Jepang untuk melihat peninggalan dua buah meriam sepanjang 6 meter, Goa Istana, Goa Padepokan dan goa lainnya untuk wisata budaya dan wisata goa. (sumber : http://www.dephut.go.id/INFORMASI/TN%20INDO-ENGLISH/tn_alaspurwo.htm )

Di Taman Nasional Alas Purwo, kami mendatangi Pantai Muncar, pantai berpasir emas, dengan gelombang ganas, namun gradasi warna air lautnya sangat indah. Lalu ke Sadengan, menara pengawasan binatang.

Dan akhirnya perjalan kami berakhir, kembali ke Surabaya melalui jalur selatan. Nama tempat sepanjang jalur selatan yang berhasil saya ingat, Dampit, Turen, Malang, perjalan pulang kami ditemani pemandangan Gunung Semeru yang besar dan indah.

 

 

Location:

taman nasional baluran - kawah ijen - taman nasional alas purwo
Jawa Timur
Indonesia


jalan menuju taman nasional baluran
pantai grajagan atau dikenal dengan g-land
kapal nelayan - grajagan
kawah ijen
kawah ijen
taman nasional alas purwo
pantai muncar - taman nasional alas purwo
pantai muncar - taman nasional alas purwo
menara sadengan - alas purwo
0
qwerty's picture
Tags: