belitung

kapal.jpg

 Kenapa Belitong ?

Cerita mitos : Dahulu kala meletuslah salah satu gunung di Bali yaitu Gunung Agung yang berhasil melemparkan bebatuannya hingga ke salah satu pulau di Sumatra yang kini disebut Belitong (Bali Sepotong).

Oooh kirain dari letusan gunung Tambora. Kalau dari letusan gunung Tambora nama pulaunya jadi Tambotong dong.

Kok bisa tahu ya itu batunya dari Bali .. (*ooooh mungkin disetiap batu ada tulisan “sent from Bali”).

Versi lain tentang Belitung :

“Belitung, atau Belitong (bahasa setempat, diambil dari nama sejenis siput laut), dulunya dikenal sebagai Billiton” (http://id.wikipedia.org/wiki/Pulau_Belitung).

Yang betul mana Belitung atau Belitong ? : dua-dua nya betul. Belitong adalah dialek masyarakat setempat.

 

Pulau Belitung terbagi menjadi 2 kabupaten yaitu Kabupaten Belitung, beribukota di Tanjung Pandan, dan Belitung Timur, beribukota Manggar. Penduduk Pulau Belitung terutama adalah suku Melayu (bertutur dengan dialek Belitung) dan keturunan Tionghoa Hokkien dan Hakka. Secara keseluruhan luas pulau Belitung mencapai 4.800 km² atau 480.010 ha (http://id.wikipedia.org/wiki/Pulau_Belitung).

 

2 penerbangan saat ini dari Jakarta – Belitung (Tanjung Pandan), dengan Batavia atau Sriwijaya.

 

Dan akhirnya long weekend Februari ini berangkat ke Belitung.

Dan seperti biasa kena jadwal delay pesawat yang seharusnya pergi jam 8.45 am jadi jam 10.00 am. “Mbak pesawatnya delay berangkatnya jadi jam 10:00am?”, jawab Mbak “Reschedule”. (*gue dalam hati .. kalau reschedule harusnya ada pemberitahuan via sms, kok gue ngga dapet sih sms nya : kesal*).  Ow this trip was very different.. kenapa ? Karena ditemani (*join group*) dengan Ibu-ibu. 4 Ibu guru & couple suami istri .. sisanya juga couples nyaris sepantaran sama gue .. (*damn .. gue always single fighter*). .. Ibu-ibu guru ini seumuran sama nyokap gue, hahahah feel like hang out with my mom, beda nya .. I am free to smoke. (*berjanji dalam hati : “mom, next will be you and me, you’ll be my travel buddy but the requirement is I am free to do what I want to do and I’ll be your leader, you need to obey me :D, heheheh*). Dalam perjalanan hilir mudik kami dihari pertama bersama ibu-ibu heboh ini sempat menitikan air mata, just wishing to God gimme time to have a chance to do trip with mom.

Tiba di Belitung pukul 11:00 am dan disambut oleh team tour setempat, dengan menggunakan elf kami ber-11 (peserta saja), memulai perjalan kami menuju tempat makan siang disuatu restoran pinggir pantai. Lupa nama tempatnya apa tapi inget salah satu menu makanan yang akan bertemu dengan menu tersebut untuk beberapa kali makan. Namanya sayur Gangan. Sayur kuning dengan rasa asam pedas segar (*asam dari buah nanas*) dan dagingnya adalah kepala ikan. Ngga tau kepala Ikan apa .. yang jelas bukan kepala ikan kerapu. Hmm nyum nyum, harga 1 porsi sayur Gangan ini 60.000 rupiah. Acara hari pertama adalah napak tilas replika SD (Sekolah Dasar) yang digunakan untuk film Laskar Pelangi di kota Gantong. Belitung booming sejak dibuatnya film Laskar Pelangi (*naaah gini dong kalau bikin film yang juga turut mempromosikan pariwisata*). Yang mana saya belum nonton film tersebut. Dari panas yang menyengat tiba-tiba turunlah hujan hari itu (*sempat panik dan berdoa semoga besok ngga hujan*). Dilanjutkan dengan menuju Bendungan Pice. Bendungan ini diambil dari nama Sir vance yaitu : seorang Insinyur Arsitek Belanda dibangun pada thn 1936-1039, dahulu kala digunakan sebagai aktifitas penambang timah namun sekarang mengatur debit air di hulu sungai Lenggang kota Gantung. (*berbagai sumber*). Hari menjelang sore dan saat nya kita ngopi di Kota Manggar. Kota dengan seribu+1 warung kopi yang berhasil dicatat secara resmi di rekor MURI ini. Semenjak turun dari bandara Hanandjoeddin Tanjungpandan, saya tertegun melihat bangunan-bangunan di Belitung. Bangunan asli dari kayu dengan aristektur antik dan unik. Dikota Manggar kami berhenti di “Bandoeng River” untuk menikmati kopi Belitung. Sementara peserta lain sibuk ngopi saya kabur sejenak untuk melihat bangunan-bangunan dikota itu. Seandainya Manggar ini dirapihkan tentu bangunan-bangunan kayu antik ini menjadi lebih menarik untuk dilihat dan diabadikan. Papan-papan reklame dan gerobak-gerobang dagangan mengganggu pemandangan bangunan. Setelahnya saya menyusul tempat peserta menikmati kopi,

Ternyata dibelakang “Bandoeng River” terdapat danau dimana kami menikmati kopi dan baso ikan. Saya masih bisa melihat ke dasar danau beberapa ikan hias.

Lokasi selajutnya adalah Vihara Dewi Kwan Im terletak di pantai burung mandi – Manggar – Belitung Timur. Patung Dewi Kwan Im ini menghadap ke Pantai Burung Mandi, sayang hari sudah gelap jadi ngga bisa diramal deh. (*ngarep diramal*).

Saatnya makan malam di restorant CenCen, dan hidangan sea food pun muncul : baso ikan yang sedap dan beberapa menu lainnya (*sayur Gangan, belum muncul*). Setelah makan kami menuju hotel masing-masing, saya menginap di hotel Pondok Impian 2, hotel bintang 2 di kota Tanjung Pandan. (Alamat:  Jl. Pattimura No.08 Tanjung Pandan 33415 Kota: Tanjung Pandan – Belitung Telp./Fax.: (0719) 22076 – 23433 Fax. (0719) 23190). Asssiiiikk karena semua pasangan ber-dua – dua dan saya sendiri maka saya dapat kamar sendiri, no sharing room .. cihhuuyyyy. Wah my moms (mama-nya banyak) mulai worried : “Inka kamu sendiri dikamar ngga apa-apa? Join aja kamarnya sama kita”, “terus kamu beneran tidur sendiri?” “ngga takut?”. Hahhahahaha.  

Hari ke-2 adalah Island Hoping. Berangkat jam 8:00 am dari hotel menuju Tanjung Kelayang untuk “berloncat” dari satu pulau ke pulau lainnya Pulau batu Belayar, Pulau Burung, dan Pulau Lengkuas). Top puaaaaannass aja hari ini, doa gue terkabul untuk dikasih panas dan langit biru. I am coming hot sunny day, white sand and shallow water.

Oh My Mighty.. pasirnya putih dan lembut banget, lautnya gradasi warna dan karena angin barat sudah usai maka tak berombak. Lets sail moms. Masih terheran-heran dengan bebatuan yang besar-besar ini kok bisa menyebar di kepulauan ini. Ada yang berbentuk penyu, ada yang berbentuk seperti garuda. Dan ada 1 pulau kecil banget isinya cuma pasir putih sama matahari.

Pulau Batu Belayar : ... sebuah pulau yang terbentuk dari gugusan bebatuan vulkanik dan salah satu batunya secara dramatis membentuk sebuah layar kapal ... ini adalah salah satu spot untuk foto yang terbaik di seputar pantai Pulau Belitung (http://alikatravelexpert.blogspot.com/2009_03_01_archive.html)

Pulau Lengkuas : terletak di arah Utara desa Tanjung Binga. Luas totalnya kurang dari satu hektar. Di seputar pulau ada banyak pulau batu-batu granit yang bisa dicapai hanya dengan berjalan kaki melintasi laut yang dangkal dengan kedalaman kurang dari 1.2m. Mahkota dari pulau Lengkuas sebenarnya adalah sebuah mercusuar tua, dibangun oleh Belanda sejak tahun 1882. (http://www.belitungisland.com/index.php?bahasa=id&id_dest=29).

Pulau Burung : masih terletak di lepas Pantai Tanjung Binga Kecamatan Sijuk. Di Pulau ini terdapat bongkahan bebatuan di bibir pantai yang menyerupai paruh seekor burung sehingga pulau ini dinamakan Pulau Burung oleh penduduk setempat. Anda bisa berkunjung ke Pulau Burung dengan menyewa perahu di Tanjung Binga. (http://www.belitungkab.go.id/module.php?id=wisata_pulauburung).

Mungkin sore sekitar pukul 4 kami kembali kedarat, rencananya akan makan mpek-mpek khas Belitung, namun apa daya si empunya warung belum siap dengan kedatangan kami di Tanjung Kelayang, maka kami pun pindah koodinat menuju tempat shooting nya “Laskar Pelangi”.

Sampailah kami di lokasi shooting “Laskar Pelangi” dan disambut dengan Kelapa Muda. Tepatnya di Pantai Tanjung Tinggi. Masih dihiasi dengan bebatuan besar, karena besarnya dan bertumpuk-tumpuk kami dapat berjalan melalui celah-celah bebatuan.

Saya pikir ibu-ibu ini sudah kehabisan tenaga setelah perjalan sesiang hingga sore ini, tapi ternyata engga. Sambil mengisi waktu menuju ke acara makan malam, beliau-beliau ini sibuk belanja dibeberapa toko.

Untuk toko-toko souvenir di Belitung ini belum terlalu banyak menurut saya, juga barang-barang yang dihasilkan kualitas-nya masih sangat sederhana.

Tibalah waktu makan malam dan betul saja dugaan ku Sayur Gangan pasti tampil malam ini. Usai makan, rupanya tak puas belanja souvenir kami pun hunting belanja makanan macam krupuk khas Belitung dan berbagai macam makanan khas Belitung. Sekitar 8.30 malam kami tiba di hotel dan lanjutkan perjalan ke Pulau Kapuk.

Last day in Belitong check out sekitar pukul 8.15 pagi, ngga sangka ternyata saya diajak ke pasar ikan di Belitung (Tanjung Pandan). Ibu-ibu ini mencari telur penyu. Telur penyu bentuknya seperti dan sebesar bola pingpong warnanya pun putih, putih telurnya bening dan rasa sedikit asin .. yang nikmat adalah kuning telurnya, sedikit berpasir dan gurih .. hmmm yummy. Saya sempat keliling pasar ikan tersebut, khas bau ikan yang berbeda ini ikannya ikan laut hasil tangkapan nelayan dan pastinya masih segar-segar (*beda sama Jakarta*).

Di Belitung hampir semua sayur (macam wortel) di import dari Jakarta, begitu juga beras. Bangunan-bangunan di Belitung beratap seng karena tak ada bahan untuk membuat genting.

Dahulu Belitung ini terkenal dengan tambang timah-nya, sehingga bekas tambang-tambang timah ini pun menjadi salah satu objek di Belitung.

Dan seperti biasa kena jadwal delay flight dari Belitung ke Jakarta.

 

 

 

 

Location:

Belitung
Indonesia


0
qwerty's picture
Tags: