Segerrr di Curug Cibeureum
Sejuknya kebun teh di sepanjang perjalanan menuju Curug Cibeureum, betul-betul dinikmatin ma temen-temen kampus. Liburan ini emang harus dinikmati! Rugi banget deh kalau engga. Jangan sampe juga liburan gini, kerjaan cuma ngadon di rumah. Kalau ga mau keluar uang mahal-mahal kan bisa jalan-jalan kaya kita... murah meriah memuaskan he..he..
Curug Cibeureum ini adanya di kaki Gunung Pangrango. FYI, kalau mau melakukan pendakian sebaiknya daftar 3 hari sebelumnya, dan daftarnya harus weekdays.
Kalau temen-temen mau kesana, ga susah kok rutenya :
1. ke Halte Komdak (kalau dari Jakarta)
2. Naik P4 sampai UKI
3. Naik bus jurusan Bogor, turun di kebun raya Cibodas
4. Naik bus kuning ke atas
Ongkosnya ga lebih dari 30.000. Kalau mau pulang lagi ga susah, dari kebon raya cibodas ada bus jurusan kampung rambutan langsung. Beruntung kita datang kesana bukan bulan Januari – Maret. Bulan-bulan tersebut kawasan ini tutup, untuk memberikan kesempatan sama habitat disana untuk tumbuh dan berkembang.
Nah waktunya untuk ke Curug Cibeureum nih. Jalan ke atasnya lumayan cukup lama sekitar satu setengah jam, hampir 3 KM. Gak terlalu lama kan? Tapi cukup pegel buat yang jarang olahraga, termasuk saya hiks :P. Jalannya cukup licik, karena terdapat banyak lumut, tapi jangan khawatir, karena sudah ada undak-undakkannya. Mayan cape, jalannya ke atas sih bukan jalan datar he..he..
Perjalanan sebaiknya dilakukan pada pagi hari, jadi agak santai dan masih sejuk banget udaranya. Jalan kaki menembus gunung gede pangrango ini menciptakan keasikan tersendiri. Temen aku bawa teropong, jadi kita bisa ngintip-ngintip, siapa tau ada satwa langka atau hewan liar. Untuk tanaman, kita menemukan anggrek liar, jamuju, cantigi gunung dan edelweis. Untuk satwa, kita cuma nemuin monyet dan tupai. Ya baguslah... untung bukan babi hutan atau macan tutul yang diliat. Tatuttt. Thanks God, gak nemu tuh.
Di perjalanan, kita akan menemukan Telaga Biru. Pas kesana sih warnanya ga biru, tapi hijau. Itu dikarenakan pertumbuhan ganggang didalam sana. Kadang-kadang warnanya bergantian, dari hijau, biru sampai coklat.
Kita mulai lagi perjalanan menuju Curug. Lama-lama mulai terdengar suara gemuruh air terjun. Hati ini udah senang aja, udah pengen pegang air. Tetep harus waspada sama jalanan, karena jalan sudah berlumpur dan berlumut, jadi pasti licin. Jangan sampai terpeleset, gak lucu banget deh kalau sampai kepelesat hehehe.
Huhuhu SENANGNYA.. akhirnya sampai juga di Curug Cibeureum!! Disana kita ketemu beberapa pendaki dan sempat ngobrol-ngobrol juga. Mereka mau melanjutkan pendakian, mampir ke curug, buat isi perbekalan mereka (air). Kalau aku dan teman-teman hanya sampai curug saja. Untuk pendakian kayanya belum berminat. Oya kalau sampai sana jangan ambil apapun ya kecuali foto.
Huaaa lega... puasss.... main air. Hati rasanya udah siap balik lagi ke ibukota! Semangat baru cuyyy.







Ican:
jadi nostalgia.. waktu ke sana dibawa sama adiknya mama, waktu itu umur gw 4 taun...
yang ada cuma fotonya. Kenangannya ilang haha udah lupa..
Ucang:
saya sudah pernah kesana, yang paling berkesan airnya yang dingin brrrrr brrrrrrrrrrr...
SiscaLans:
mau tanya, ini jalur ke Pondok Halimun (PH)?
Keket:
mau tanya, ini jalur ke Pondok Halimun (PH)?
ho oh pertanyaan yg sama....
Desi:
kemarin baru aja dari sini, masuk dari pondok Halimun.
seruuu, bikin banjir keringat, soalnya kami naik bukan via kebun teh
jadi bener-bener nanjak dan lewat hutan.
*eh? udah telat bgt ya komennya?*