Kinabalu: The Highest Mountain in Southeast of Asia
Ini cerita beberapa tahun lalu, waktu ke Pulau Borneo. Pulau ini sangat besar, dan merupakan tiga terbesar sebelah Greenland dan Papua. Rencana kita ketempat itu adalah untuk mendaki Gunung Kinabalu (Malaysia), yang ketinggian puncaknya mencapai 4.175 M. Kebanyakan orang sih mengklaim bahwa gunung inilah yang tertinggi di Asia Tenggara.
Ternyata Kinabalu termasuk gunung yang mudah didaki. Ribuan orang telah mendakinya setiap tahun.. ga aneh sih namanya juga mudah untuk didaki. Eittss tapi waktu dan fisik harus benar-benar diperhatikan loh.
Untuk mencapai kesana, mesti ke Kinabalu Park yang berlokasi di Jalan Raya Kota Kinabalu - Sandakan. Tempat ini dapat dicapai melalui kota Kinabalu atau melalui Sandakan dan Tawau. Perjalanan tidak terlalu jauh sih, hanya menempuh sekitar 2 jam saja dengan mobil. Setelah itu sampai deh di Kantor Kinabalu Park. Kalau engga pakai mobil bisa menggunakan mini bus yang tersedia. Transportasi ini melayani rute Kinabalu ke Sandakan, beroperasi dari jam 07.00 sampai dengan jam 15.00.
Sesampainya di Kantor Kinabalu Park, kami merasakan kesejukan suasananya dan kenyamanan karena pelayanan yang diberikan oleh Staf Kantor yang baik dan tentunya sangat informatif (ini yg penting!). Oya untuk ngurus perijinan disini juga tempatnya. Hmm karena kita bukan warga negara Malaysia, maka kalau ingin mendaki harus bayar RM 100 (IDR 326.600), Conservation Fees RM 15 (IDR 49.000), Asuransi RM 3.5 (IDR 11.500) dan Guide RM 37 (120.000). Hihihi mahal ya! Ya eyalah jangan di bandingin sama Indonesia :P
Untuk bermalam, kita pilih tinggal di Gunting Lagadan Hut. Letaknya lumayan tinggi 3.323 m diatas permukaan laut. Biaya penginapannya 17 RM (IDR 56.000) per malem per orang. Kita akan gunain akomodasi ini besok, ketika menuju pendakian ke puncak.
Butuh waktu 2 hari untuk mendaki puncak Gunung Kinabalu. Hari pertama pendakian dilakukan dari Timpohon Gate (1.866 m dpl) menuju ke Gunting
Lagadan Hut (3.332 m dpl). Hmm kurang lebih 6 km lah harus berjalan hari itu. Masing masing diberi name tag di Timpohon Gate, untuk selalu dipakai selama pendakian. Disana juga dilakukan pengecekan surat oleh petugas. Setelah itu kita melanjutkan perjalanan, setelah kurang lebih setengah jam berjalan, sampailah di Pondok Kandis (1981 m dpl), dan langsung ke Pondok Ubah (2.081 m dpl), setengah jam lagi sampai deh di Pondok Lowill (2.267 m dpl), kemudian setelah berjalan 45 menit, tiba di Pondok Mempening (2.515 m dpl). Pas matahari berada tepat diatas kepala, sampailah kami di Pondok Layang-layang (2.702 m dpl) untuk makan siang. Pemandangan saat itu cerah, jadi enak buat cuci mata walaupun ga ketemu sama cewe cewe cantik disana, tapi mata cukup termanjakan hehe.
Perjalanan mulai semakin sulit ketika nemuin tanjakan. Ternyata cukup curam juga. Diketinggian ini untuk menempuh jarak 417 meter perlu waktu hampir 2 jam. Nah disana kita sampai di Pondok Villosa.
Next destination adalah Pondok Paka Cave (3.080 m dpl). Kemudian lanjut ke Laban Rata (3.272 m dpl). Setelah lebih dari 7 jam perjalanan, akhirnya hari pertama pendakian selesai fiuhhh. Makan malam di Restoran di Laban Rata, rasa jangan ditanya deh udah lupa hahaha... yang penting perut ke isi. Akhirnya bisa beristirahat, ngobrol2, berganti pakaian, dan menikmati makan malam. Setelah itu lanjut menuju ke Gunting Lagadan Hut (tempat kami bermalam). Tempatnya dekat dari Laban Rata.
Diketinggian ini beberapa teman sudah mulai merasakan pusing dan mual-mual. Pernah sih orang bilang 'awas penyakit ketinggian'. Dalam hati saya, saya ga phobia ketinggian kok?! Oh ternyata ini yang mereka maksud hehehe jadi malu. Bagi orang-orang yang punya penyakit jantung atau darah tinggi sebaiknya tidak naik Gunung Kinabalu karena berbahaya.
Hari kedua pendakian dilanjutkan dari Gunting Lagadan Hut, ke Low's Peak (4.095 m dpl) dan langsung deh kita turun ke kantor Kinabalu Park (1.563 m dpl). Tengah malam kami menyiapkan makanan, subuh jam 3-an mulai lagi pendakian. Walaupun kepala pusing dan agak sedikit mual perjalanan tetap dilanjutkan. Setelah berjalan 1 jam melewati undakan akar-akar pohon, maka sampailah di sebuah dinding granit. Untuk sampai di sayat2 hut kita dibantu dengan tali. Setengah jam baru bisa sampai disana. Disini di cek lagi ID card dan ijin pendakian.
Semakin tinggi semakin sering beristirahat, karena udara semakin tipis. Selain itu kita juga menunggu fix rope dari orang lain supaya bisa kita gunakan. Sir Hugh Low nama lain dari Puncak Low's ini disebut seperti itu karena dialah yang tercatat sebagai orang pertama yang berhasil mendaki Gunung Kinabalu (1851). Setibanya dipuncak kita legaa sekali, senang, terharu, dll. Rasanya campur aduk.
Akhirnya tiba waktunya untuk turun. Ketika turun hujan mulai datang. Tapi sampai juga kok di Medang Hostel di Kinabalu Park. Besok deh baru kita menuju Kota Kinabalu, untuk selanjutnya pulang ke Jakarta dan lanjut lagi ke Bandung.






Winz:
wuihhh udah sampai kinabalu euy....
Ican:
berangkat kapan waktu itu mas?
love_adv:
berangkat kapan waktu itu mas?
sekitar tahun 2002-an.. kalau sekarang ga tau deh harga2nya disana berapa he..he...
joyful:
poto2nya tambah duooong....
aku juga pernah kesini loooh
MANTAP! walopun ngga terlalu berasa hiking :p
Super_Star:
hohow asik nih jalan2nya....
gw baru tau ada akibatnya kalau naik gunung terlalu tinggi...
mual n pusing?!?! hmmm
love_adv:
poto2nya tambah duooong....
aku juga pernah kesini loooh
MANTAP! walopun ngga terlalu berasa hiking :p
blm discan nih foto2-nya... gambar di atas ngambil dari inet ^^
entar deh di scan dulu ya... jangan kaget kalau kita tampangnya ganteng-ganteng wkwkwkwkwk