Belajar Membatik Melestarikan Budaya Bangsaku
Mencoba meniup lilin cair dalam canting, menggoreskan lilin diatas kain putih. Yah namanya juga baru belajar, lilin yang digoreskan di kain putih pun meluber. Dengan sedikit panik saya panggil instrukturnya. Dengan tenang si Instruktur bilang kerjakan saja yang lain dulu sambil menunjuk gambar-gambar dikain. Katanya tidak usah diteruskan dulu.
Inilah yang saya lakukan di Museum Tekstil Jakarta. Yup kursus membatik. Kursus ini sudah dibuka oleh Dinas Pariwisata DKI Jakarta sekitar 9 tahun yang lalu. Ide ini dibuat agar pengunjung museum menjadi ramai, karena sebelumnya museum tekstil sangat sepi pengunjung, bahkan katanya pernah tidak ada pengunjung sama sekali. Akibat adanya kursus ini, museum tekstil menjadi banyak pengunjung, ya kebanyakan sih untuk ikut kursus membatik.
Walaupun begitu kondisi seperti sekarang ini tentu saja amat menyenangkan. Sebab, sebelum melakukan kursus, kita diharuskan melihat koleksi tekstil yang ada di museum serta perkembangan tekstil di Indonesia plus proses budaya yang terkait dengannya. Ternyata koleksi kain disana sudah lebih dari 1,500 (bukan hanya kain Indonesia, melainkan juga dari luar negeri seperti Malaysia, Jepang, Mesir, India dan Sri Lanka). Alat-alat tradisional tenun juga terdapat di museum. Koleksi kain yang paling tua adalah kain umbul-umbul dari Cirebon yang dibuat tahun 1778.
Gedungnya sendiri pada mulanya adalah rumah pribadi seorang warga negara Perancis yang dibangun pada abad ke-19. Kemudian dibeli oleh Konsul Turki bernama Abdul Aziz Almussawi Al Katiri yang menetap di Indonesia. Selanjutnya tahun 1942 dijual kepada Dr. Karel Christian Cruq.
Dimasa perjuangan kemerdekaan Indonesia, gedung ini menjadi markas Barisan Keamanan Rakyat (BKR) dan tahun 1947 didiami oleh Lie Sion Pin. Pada tahun 1952 dibeli oleh Departemen Sosial dan pada tanggal 25 Oktober 1975 diserahkan kepada Pemda DKI Jakarta yang untuk kemudian pada tanggal 28 Juni 1976 diresmikan penggunaannya oleh Ibu Tien Soeharto sebagai Museum Tekstil.
Untuk ikut kursus singkat ini, para peserta akan diberi kain putih sebesar sapu tangan. Biayanya hanya Rp. 30 ribu untuk peserta lokal dan Rp. 60 ribu untuk peserta asing. Kursus ini mengambil waktu 2-4 jam. Kursus membatik buka setiap Selasa - Minggu, pukul 09.00-15.00 WIB dan libur setiap Senin, dan hanya setengah hari pada hari Sabtu. Setelah itu kita akan menerima sertifikat.
Cobain deh.. menyenangkan :)
Location:
Museum TekstilJl. K. S. Tubun / Petamburan No. 4 Tanah AbangJakarta Pusat, Jakarta RayaIndonesia
Museum Tekstil
Jl. K. S. Tubun / Petamburan No. 4 Tanah Abang
Jakarta Pusat, Jakarta RayaIndonesia






glowing:
Jimm:
contoh kekreatifan :
museum geologi --> pasang film dino graties ditambah dengan belajar merakit tulang tulang dino wakakaka.. bisa ga ya kira kira?
tigakom...:
Sebenernya dijawa banyak peninggalan "tacit knowledge" yang tak sempat diturunkan.
Eyangku salah satunya. rumahnya skrg kosong blong isinya bak bak gede tuk nyelup batik. Anak cucunya ga ada yg nerusin. semua sekolah umum.
ya wassalam deh ilmunya jg ga turun....
*sedih....kangen pulang ke solo...:((