Rujak dan Pantai Natsepa
Sebetulnya saya pergi ke Ambon satu tahun sekali. Kesana untuk merayakan hari jadi perkawinan orang tua. Ambon itu bagus sekali... sayang kalau ada yang berpikir bahwa ambon identik dengan konfliknya saja. Coba mari tengok ke Ambon, anda akan dibuat terpesona olehnya.
Sesampainya di sana rasanya senang sekali, melepas rindu sama orang tua tercinta. Keesokan harinya, kami berencana untuk pergi ke Pantai Natsepa, untuk merayakan ulang tahun perkawinan orang tua saya yang ke 60. Awet banget ya ;))
Pantai Natsepa ini sudah sering saya kunjungi, dan memang ngangenin banget. Apalagi kalau sudah ada di Jakarta rasanya pengen cepet balik lagi. Anyway, tempat ini indah sekali. Walaupun sudah banyak wisatawan lokal yang sering main di sini, tapi pantainya betul-betul masih bagus. Pasir putih, pantai yang landai, buat saya dan saudara-saudara saya berenang di sana. Asik banget.
Oya kawasan ini memiliki pantai air tawar yang dibatasi oleh tembok antara air asin dan air tawar. Pantai air tawar ini adalah pantai buatan, yang dibuat khusus untuk wisatawan lokal dan mancanegara.
Karena aku mau asiknya lebih POLL, sehabis renang aku cobain rujak ala Natsepa. Rujak yang ga ada duanya! Bumbu rujaknya kental, dan sedikit memakai udang kering/ebi. Kalau buahnya sama aja, cuma tambahannya ada buah tomi-tomi. Bentuknya seperti buah ceri, rasanya asam segarrr. Nikmattt tiada taranya hehehe.
Kalau untuk makan siangnya sih sama-sama aja dengan makanan laut biasanya. Jadi ga usah dibahas hehe. Jadi coba datang ke Ambon, dan cobain pantai dan rujak di Natsepa. Ga akan nyesel deh!







Eccha:
jadi kepingin liat fotonya
Jojon:
harus cobain... enak banget rujaknya, ga ada duanya!
HABENMUTER:
ke Natsepa lewat Halong?