5 nyawa terpidana mati, DIAMPUNI karena SENI?!?!

jail.jpg

Jalan-jalan ke Sukabumi, diajak main ke klenteng sama ponakan, katanya ada wayang. Hmm berhubung saya ga pernah pergi ke klenteng, dan ga pernah tau ada wayang, ya ga ada salahnya saya pergi ke sana. Sekalian jalan-jalan sama keponakan.. kapan lagi :)

Pagelaran wayang klenteng ini berasal dari budaya Tionghoa, dan biasa disebut Wayang Potehi. Seni ini biasa dimainkan menjelang imlek selama beberapa minggu. Ponakan saya sukaaaa banget nonton pagelaran ini. Ngangenin katanya, karena biasa diadakan setahun sekali dan hanya beberapa minggu. Ya walaupun dia dan saya ngga ngerti dalangnya ngomong apa, tapi kita nikmatin banget. Sayang sekali, katanya di Sukabumi hanya tinggal satu-satunya dalang potehi asli orang Tionghoa. Bahkan sempat terdengar kalau di Jakarta, budaya ini sudah hilang.

Di beberapa daerah, masih ada sedikit dalang yang masih memainkan wayang potehi, namun sebagian besar bukan orang Tionghoa yang memainkan wayang tersebut, melainkan orang jawa dan bali. Budaya ini sudah menjadi budaya yang langka di Indonesia.

Dulunya wayang potehi hanya memainkan lakon-lakon yang berasal dari kisah klasih daratan China seperti kisah legenda dinasti-dinasti yang ada di China. Akan tetapi saat ini Wayang Potehi sudah mengambil cerita-cerita diluar kisah klasih, contohnya seperti Kera Sakti yang tersohor itu. Pada masa masuknya pertama kali ke Indonesia, Wayang Potehi dimainkan dalam bahasa Hokkian. Seiring dengan perkembangan zaman, wayang ini pun kemudian juga dimainkan oleh orang Pribumi dengan bahasa setempat, sehingga mereka pun bisa menikmati cerita yang dimainkan.

Menariknya, ternyata lakon-lakonn yang kerap dimainkan dalam wayang ini sudah diadaptasi menjadi tokoh-tokoh di dalam ketoprak. Seperti misalnya tokoh Sie Jin Kwie yang diadopsi menjadi tokoh Joko Sudiro. Atau tokoh Prabu Lisan Puro yang ternyata diambil dari tokoh Lie Sie bien. Alat musik Wayang Potehi terdiri dari gembreng, suling, gwik gim (gitar), rebab, tambur, terompet dan bekto.

Ternyata dibalik Wayang Potehi ada cerita yang agak membuat saya tercengang. Bagaimana tidak, wayang potehi ini diciptakan oleh seorang terpidana mati, pada saat mendekati ajalnya.

Menurut legenda, seni wayang ini ditemukan oleh pesakitan di sebuah penjara. Lima orang dijatuhi hukuman mati. Empat orang langsung bersedih, tapi satu orang lagi mempunyai ide cemerlang. Ketimbang bersedih menunggu ajal, lebih baik menghibur diri. Maka lima orang ini mengambil perkakas yang ada di sel seperti panci dan piring dan mulai menabuhnya sebagai  pengiring permainan wayang mereka. Bunyi-bunyi yang keluar dari tetabuhan darurat ini terdengar juga oleh sang kaisar, yang oleh karena itu akhirnya mereka diberi pengampunan.

Disaat seseorang mengetahui dia akan mati sebentar lagi, sudah sewajarnya jika mempunyai perasaan down dan putus asa. Tapi lihatlah sang terpidana mati tersebut dan ke empat temannya. Sesuatu yang positif menyelamatkan nyawa mereka. Kita aja hidup susah dikit, mengeluhnya bukan main, ditambah lagi dengan pikiran yang negatif dan terus negatif. Daripada ngurusin orang lain atau cape cape berpikir negatif, lebih baik kita meluangkan waktu untuk berbuat hal yang positif, karena hal ini sangat berguna untuk diri sendiri dan orang lain :)

Have a nice day all....

Location:

Indonesia


0
Ichad's picture
Tags:

Comments

Onay:

Onay's picture


哇揚 Potehi。ingget masih kecil suka nonton 哇揚 Potehi。di klenteng jatinegara dekat dalam pasar nya...masih ada ga tuh ya?

 


Redshoes:

Redshoes's picture

Onay wrote:


哇揚 Potehi。ingget masih kecil suka nonton 哇揚 Potehi。di klenteng jatinegara dekat dalam pasar nya...masih ada ga tuh ya?

 

 

semoga masih ada :)


Brian:

Brian's picture

"Disaat seseorang mengetahui dia akan mati sebentar lagi, sudah sewajarnya jika mempunyai perasaan down dan putus asa. Tapi lihatlah sang terpidana mati tersebut dan ke empat temannya. Sesuatu yang positif menyelamatkan nyawa mereka. Kita aja hidup susah dikit, mengeluhnya bukan main, ditambah lagi dengan pikiran yang negatif dan terus negatif. Daripada ngurusin orang lain atau cape cape berpikir negatif, lebih baik kita meluangkan waktu untuk berbuat hal yang positif, karena hal ini sangat berguna untuk diri sendiri dan orang lain :)"

SETUDJUUUU!!!