Tari Merak
Sekarang ga terlalu sering ditampakkan budaya tari tradisional Indonesia, di media-media nasional. Sayang ya, padahal budaya kita sungguh banyak, dan layak dibanggakan.
Salah satunya adalah Tari Merak. Tari Merak berasal dari tanah Pasundan, yang konon katanya diciptakan oleh seorang koreografer bernama Raden Tjetjep Somantri, di tahun 50-an.
Untuk tarian ini, Jawa Barat dan Jawa Timur memiliki versi yang berbeda. Walaupun begitu, gaya lemah gemulai yang dimainkan sang penari sungguh indah dan anggun. Tari Merak ini melambangkan gerakan-gerakan burung Merak. Bisa dilakukan oleh seorang atau banyak penari. Penari pada umumnya memakai selendang yang terikat di pinggang, jika dibentangkan akan menyerupai sayap burung. Hiasan kepalanya mencerminkan kepala burung Merak.
Dahulu Sultan Ngayogyakartahadiningrat pernah menghadiahkan beberapa ekor burung Merak ke negeri kincir angin dan dipelihara di Istana Musim Panas sang Ratu Belanda. Sekarang sudah banyak dikembangbiakkan. Burung Merak Ratu Belanda, dapat dijumpai di "Paleis Het Loo" di daerah Appeldorn. Saat ini sudah menjadi Museum Nasional dan dibuka untuk umum. Sayang seribu sayang, di halaman keraton Ngayogyakartahadiningrat sendiri, sudah tidak tampak burung Merak lagi.







Jimm:
anggunnya...