Puasa di Negeri Kincir Angin

Groningen - Netherland

Waktu SMU dulu saya pernah berpikir, apakah saya akan kuat puasa ketika saya tinggal nanti di negara yg relatif kecil di Eropa Barat? Negara ini bukan negara muslim, tapi 1 juta dari 17 juta adalah warga muslim, imigran asal Maroko, Turki, Iraq, Somalia dan Indonesia. Yup, negara tersebut adalah negara Belanda.

Bagi saya, awal-awal saya di Belanda, tidak terlalu sulit untuk beradaptasi dengan negara ini. Tidak dipungkiri, hubungan sejarah antara Indonesia dan Belanda selama masa kolonial menjadikan pendatang dan budaya Indonesia cukup mudah ditemui di negeri kincir angin ini.

Tapi bagaimana dengan puasa?? Ramadhan di Belanda memang butuh perjuangan ekstra. Bayangkan saja, kaum muslim di sini harus berpuasa dari jam 4.30 dini hari dan buka pada pukul 21.00 malam. Betul-betul waktu yang panjang. Kurang lebih 17 jam waktu berpuasa. Jauh lebih panjang daripada di tanah air.

Buat saya, tahun ke-3 ini, Ramadhan di Belanda sudah menjadi biasa. Tidak seperti awal-awal saya berpuasa di negeri ini. Untuk aktivitas muslimin di Belanda membuat saya betah, walaupun sih memang masih merindukan rumah. Tapi terobati dengan mendengarkan suara adzan di mesjid.

Saya pelajar di Groningen, kota pelajar di Belanda. Kota kecil ini memiliki komunitas muslim yang hangat dan erat. Luar biasa! Bahkan mungkin lebih erat daripada komunitas kita sendiri di Indonesia. Ramah dan selalu disambut dengan senyuman yang tulus.

Setiap akhir pekan selama Ramadhan selalu ada buka bersama oleh deGromiest – deGroningen Indonesian Moslem Society. Komunitas ini terdiri dari mahasiswa, pekerja, maupun mukimin asal Indonesia.

Di Groningen juga terdapat sebuah rumah yang telah dijadikan masjid oleh warga muslim Groningen asal Maroko. Lumayan besar, karena masjid ini dapat menampung 500 orang. Selama Ramadhan masjid ini dipenuhi oleh jamaah yang tarawih maupun tadarrus Qur’an. 

Kesan saya selama Ramadhan di Belanda sungguh hangat. Mereka selalu berjabat tangan erat dengan senyuman khas orang Maroko. Sambutan ini biasa mereka berikan sebagai tanda ukhuwah dan persaudaraan.
 

Location:

Groningen
Netherlands


0
Brian's picture

Comments

Jojon:

berat juga tuh 17 jam :D

lagi dingin ga disana?


Jimm:

Jimm's picture

ehm... enak juga ya ternyata disana bnyk yang seiman,.. jadi ga feel lonely :)


joyful:

joyful's picture

haaaaaa 17 jaaaam?? waduh, mana dingin pulak, bawaannya laper...


ochie:

ochie's picture

joyful wrote:

haaaaaa 17 jaaaam?? waduh, mana dingin pulak, bawaannya laper...

dingin, puasa.... ya tidur kekekekekekekek/...